
Selasa, 10 Februari 2009
POLITIK

sosiologi pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian sosiologi pendidikan
Sosiologi pendidikan terdiri dari dua kata, sosiologi dan pendidikan. Kedua istilah ini dari segi etimologi tentu saja berbeda maksudnya, namun dalam sejarah hidup dan kehidupan serta budaya manusia, kedua ini menjadi satu kesatuan yang terpisahkan. Terutama dalam system memberdayakan manusia, dimana sampai saat ini memanfaatkan pendidikan sebagai instrument pemberdayaan tersebut11.
Beberapa pemikiran pakar mengenai sosiologi pendidikan yang dikemukakan oleh Ahmadi (1991). Menurut George Payne, yang kerap disebut sebagai bapak sosiologi pendidikan, mengemukakan secara konsepsional yang dimaksud dengan sosiolgi pendidikan adalah by educational sosiologi we the science whith desribes andexlains the institution, social group, and social processes, that is the spcial relationships in which or through which the individual gains and organizes experiences”. Payne menegaskan bahwa, di dalam lembaga-lembaga, kelompok-kelompok social, proses social, terdapatlah apa yang yang dinamakan social itu individu memproleh dan mengorganisir pengalamannya-pengalamannya. Inilah yang merupaka asepek-aspek atau prinsip-prinsip sosiologisnya.
Charles A. Ellwood mengemukakan bahwa Education Sosiologi is the sciense aims to reveld the connetion at all points between the cdukative process and the social, sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari menuju untuk melahirkan maksud hubungan-hubungan antara semua pokok-pokok masalah antara proses pendidikan dan proses social.
Menurut E.B Reuter, sosiologi pendidikan mempunyai kewajiban untuk menganalisa evolusi dari lembaga-lembaga pendidikan dalam hubungannya dengan perkembangan manusia, dan dibatasi oleh pengaruh-pengaruh dari lembaga pendidikan yang menentukan kepribadian social dari tiap-tiap individu. Jadi perinsipnya antara individu dengan lembaga-lembaga social itu selalu saling pengaruh mempengaruhi (process social interaction).
F.G Robbins dan Brown mengemukakan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan social yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalamannya. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakukan social serta perinsip-perinsip untuk mengontrolnya.
E.G Payne secara spesifik memandang sosiolgi pendidikan sebagai studi yang konfrenhensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu yang diterapkan. Bagi Payne sosiologi pendidikan tidak hanya meliputi segala sesuatu dalam bidang sosiologi yang dapat dikenakan analisis sosiologis. Tujuan utamanya ialah memberikan guru-guru, para peneliti dan orang lain yang menaruh perhatian akan pendidikan latihan yang serasi dan efektif dalam sosiologi yang dapat memberikan sumbangannya kepada pemahaman yang lebih mendalam tentang pendidikan (Nasution 1999:4)
Menurut Dictionary of Socialogy, sosiologi pendidikan ialah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental.
Menurut Prof. DR.S.Nasution. Sosiologi pendidikan ialah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.
Menurut F.G. Robbins, Sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang bertugas menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidika.
Menurut penulis, Sosiologi pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.
Dengan berbagai definisi tersebut diatas menunjukkan bahwa sosiologi pendidikan merupakan bagian dari matakuliah-matakuliah dasar-dasar kependidikan di lembaga pendidikan tenaga kependidikan dan sifatnya wajib diberikan kepada seluruh peserta didik.
Tujuan sosiologi pendidikan
Francis Broun mengemukakan bahwa sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh keseluruhan lingkungan budaya sebagai tempat dan cara individu memproleh dan mengorganisasi pengalamannya. Sedang S. Nasution mengatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah Ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk memproleh perkembangan kepribadian individu yang lebih baik. Dari kedua pengertian dan beberapa pengertian yang telah dikemukakan dapat disebutkan beberapa konsep tentang tujuan sosiologi pendidikan, yaitu sebagai berikut:
Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis proses sosialisasi anak, baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam hal ini harus diperhatiakan pengaruh lingkungan dan kebudayaan masyarakat terhadap perkembangan pribadi anak. Misalnya, anak yang terdidik dengan baik dalam keluarga yang religius, setelah dewasa/tua akan cendrung menjadi manusia yang religius pula. Anak yang terdidik dalam keluarga intelektual akan cendrung memilih/mengutamakan jalur intlektual pula, dan sebagainya.
Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis perkembangan dan kemajuan social. Banyak orang/pakar yang beranggapan bahwa pendidikan memberikan kemungkinan yang besar bagi kemajuan masyarakat, karena dengan memiliki ijazah yang semakin tinggi akan lebih mampu menduduki jabatan yang lebih tinggi pula (serta penghasilan yang lebih banyak pula, guna menambah kesejahteraan social). Disamping itu dengan pengetahuan dan keterampilan yang banyak dapat mengembangkan aktivitas serta kreativitas social.
Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis status pendidikan dalam masyarakat. Berdirinya suatu lembaga pendidikan dalammasyarakat sering disesuaikan dengan tingkatan daerah di mana lembaga pendidikan itu berada. Misalnya, perguruan tinggi bisa didirikan di tingkat propinsi atau minimal kabupaten yang cukup animo mahasiswanya serta tersedianya dosen yang bonafid.
Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis partisipasi orang-orang terdidik/berpendidikan dalam kegiatan social. Peranan/aktivitas warga yang berpendidikan / intelektual sering menjadi ukuan tentang maju dan berkembang kehidupan masyarakat. Sebaiknya warga yang berpendidikan tidak segan- segan berpartisipasi aktif dalam kegiatan social, terutama dalam memajukan kepentingan / kebutuhan masyarakat. Ia harus menjadi motor penggerak dari peningkatan taraf hidup social.
Sosiologi pendidikan bertujuan membantu menentukan tujuan pendidikan. Sejumlah pakar berpendapat bahwa tujuan pendidikan nasional harus bertolak dan dapat dipulangkan kepada filsafat hidup bangsa tersebut. Seperti di Indonesia, Pancasila sebagai filsafat hidup dan kepribadian bangsa Indonesia harus menjadi dasar untuk menentukan tujuan pendidikan Nasional serta tujuan pendidikan lainnya. Dinamika tujuan pendidikan nasional terletak pada keterkaitanya dengan GBHN, yang tiap 5 (lima) tahun sekali ditetapkan dalam Sidang Umum MPR, dan disesuaikan dengan era pembangunan yang ditempuh, serta kebutuhan masyarakat dan kebutuhan manusia.
Menurut E. G Payne, sosiologi pendidikan bertujuan utama memberi kepada guru- guru (termasuk para peneliti dan siapa pun yang terkait dalam bidang pendidikan) latihan – latihan yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan sumbangannya secara cepat dan tepat kepada masalah pendidikan. Menurut pendapatnya, sosiologi pendidikan tidak hanya berkenaan dengan proses belajar dan sosialisasi yang terkait dengan sosiologi saja, tetapi juga segala sesuatu dalam bidang pendidikan yang dapat dianalis sosiologi. Seperti sosiologi yang digunakan untuk meningkatkan teknik mengajar yaitu metode sosiodrama, bermain peranan (role playing) dan sebagainya.dengan demikian sosiologi pendidikan bermanfaat besar bagi para pendidik, selain berharga untuk mengalisis pendidikan, juga bermanfaat untuk memahami hubungan antara manusia di sekolah serta struktur masyarakat. Sosiologi pendidikan tidak hanya mempelajari masalah – masalah sosial dalam pendidikan saja, melainkan juga hal – hal pokok lain, seperti tujuan pendidikan, bahan kurikulum, strategi belajar, sarana belajar, dan sebagainya. Sosiologi pendidikan ialah analisis ilmiah atas proses sosial dan pola- pola sosial yang terdapat dalam sistem pendidikan.
Jika dilihat zaman peradaban yunani pada masa Plato (427-327 BC), pendidikannya lebih mengutamakan penciptaan manusia sebagai pemikir, kemudian sebagai ksatria dan penguasa. Pada zaman Romawi, seperti masa kehidupan Cicero (106-43 BC),2 pendidikan mengutamakan penciptaan manusia yang hmanistis. Pada abad pertengahan, pendidikan mengutamakan menjadikan manusia sebagai pengabdi Khalik (baik versi Islam maupun versi Kristiani). Pada abad pertengahan (1600-an-1800-an), melahirkan teori Nativisme (Rousseau, 1712-1778), Empirisme oleh Locke (1632-1704) dan konvergensi oleh Stern (1871-1939). Semuanya cendrung kepada nilai individu anak sebagai manusia yang memiliki karakteristik yang unik.
Menurut Nasution (1999:2-4) ada beberapa konsep tentang tujuan Sosiologi Pendidikan, antara lain sebagai berikut:
analisis proses sosiologi (2) analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat, (3) analisis intraksi social di sekolah dan antara sekolah dengan masyarakat, (4) alat kemajuan dan perkembangan social, (5) dasar untuk menentukan tujuan pendidikan, (6) sosiologi terapan, dan (7) latihan bagi petugas pendidikan.
Konsep tentang tujuan sosiologi pendidikan di atas menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat dalam pendidikan merupakan sebuah proses sehingga pendidikan dapat dijadikan instrument oleh individu untuk dapat berintraksi secara tepat di komunitas dan masyarakatnya. Pada sisi yang lain, sosiologi pendidikan akan memberikan penjelasan yang relevan dengan kondisi kekinian masyarakat, sehingga setiap individu sebagai anggota masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan berbagai fenomena yang muncul dalam masyarakatnya.
Namun demikian, pertumbuhan dan perkembangan masyarakat merupakan bentuk lain dari pola budaya yang dibentuk oleh suatu masyarakat. Pendidikan tugasnya tentu saja memberi penjelasan mengapa suatu fenomena terjadi, apakah fenomena tersebut merupakan sesuatu yang harus terjadi, dan bagaimana mengatasi segala implikasi yang bersifat buruk dari berkembangnya fenomena tersebut, sekaligus memelihara implikasi dari berbagai fenomena yang ada.
Tujuan sosiologi pendidikan pada dasarnya untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak akan keluar darim uapaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendidikan itu sendiri. Secara universalm tujuan dan fungsi pendidikan itu adalah memanusiakan manusia oleh manusia yang telah memanusia. Itulah sebabnya system pendidikan nasional menurut UUSPN No. 2 Tahun 1989 pasal 3 adalah “ untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujaun nasional”. Menurut fungsi tersebut jelas sekali bahwa pendidikan diselenggarakan adalan: (1) untuk mengembangkan kemampuan manusia Indonesia, (2) meningkatkan mutu kehidupan manusia Indonesiam (3) meningkatkan martabat manusia Indonesia, (4) mewujudkan tujuan nasional melalui manusia-masusia Indonesia. Oleh karena itu pendidikan diselenggarakan untuk manusia Indonesia sehingga manusia Indonesia tersebut memiliki kemampuan mengembangkan diri,mmeningkatkan mutu kehidupan, meninggikan martabat dalam ragka mencapai tujuan nasional.
Upaya pencapaian tujuan nasional tersebut adalah untuk menciptakan masyarakat madani, yaitu suatu masyarakat yang berpradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang sadar akan hak dan kewajibannya, demokratis, bertanggungjawab, berdisiplin, menguasai sumber informasi dalam bidang iptek dan seni, budaya dan agama (Tilaar, 1999). Dengan demikian proses pendidikan yang berlangsung haruslah menciptakan arah yang segaris dengan upaya-upaya pencapaian masyarakat madani tersebut.
Menurut pandangan Nurcholis Majid mengemukakan bahwa masyarakat madani itu adalah masyarakat yang berindikasi seperti termaktub dalam piagam madinah pada zaman Rasulullah Muhammad SAW (Tilaar, 2000).
Saat ini kita mengalami perubahan yang begitu cepat dan drastic, sehingga terjadi perubahan nilai dan menciptakan perbedaan dalam melihat berbagai nilai yang berkembang dalam masyarakat. Menurut Langgulung (1993:389) “kelompokpertama melihat nilai-nilai lama mulai runtuh sedangkan nilai-nilai baru belum muncul yntuk menggantikan yang lama, sedang kelompok kedua melihat keruntuhan nilali-nilai lama itu, tetapi dalam waktu yang bersamaan dapat melihat bagaimana nilai-nilai lama itu, menyelinap masuk kedalam nilai-nilai baru dan membantu menegakkannya”.
Perubahan nilai-nilai dalam masyarakat bukan berarti tidak terperhatikan oleh masyarakat. Namun dalam memperhatikan nilali-nilai yang berkembang tersebut, arah yang menjadi anutan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya tidaklah sama. Tidak semua masyarakat secara terarah memahami arah dan tujuan hidup secara benar. Arah dan tujuan yang benar menurut Mulkham (1993:195) adalah “secara garis besar arah dan tujuan hidup manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap. Tahap pertama, mengenai kebenaran, tahap kedua, memihak kepada kebenaran dan tahap terakhir adalah berbuat ikhsan secara dan secara individual maupun social yangb terealisasi dalam laku ibadah”.
Sampai saat ini pendidikan dianggap dapat dijadikan sebagai sarana yang efektif dalam menyadarkan manusia baik sebagai individu maupun sebagai anggota komunitas dan masyarakat. Pendidikan akan mengembangkan kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan, pada sisi yang lain agama akan semakin popular dan terinternalisasi dalam diri setiap pemeluknya, jika diberikan melalui pendidikan.
Masyarakat sebagai ruang lingkup pembahasan sosiologi pendidikan
Sosiologi disebut juga sebagai ilmu Masyarakat atau ilmu yang membicarakan masyarakat., maka perlu diberikan pengertian tentang masyarakat. Berikut ini adalah pengertian yang diberikan oleh beberapa pakar sosiologi:
Masyarakat merupakan jalinan hubungan social, dan selalu berubah. (Mac Iver dan Page).
Masyarakat adalah kesatuan hidup makhluk-makhluk manusia yang terikat oleh suatu system adat istiadat tertentu. (Koentjaraningkat).
Masyarakat adalah tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaa. (Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi).
Menurut Soerjono Soekanto, ada 4 (empat) unsure yang terdapat dalam masyarakat, yaitu:
Adanya manusia yang hidup bersama, (dua atau lebih)
Mereka bercampur untuk waktu yang cukup lama, yang menimbulkan system komunikasi dan tata cara pergaulan lainnya.
Memiliki kesadaran sebagai satu kesatuan
Merupakan system kehidupan bersama yang menimbulkan kebudayaan.
Komunitas (communiti) adalah suatu daerah/wilayah kehidupan social yang ditandai oleh adanya suatu derajat hubungan social tertentu. Dasar dari suatu komunitas adalah adanya lokasi (unsure tempat) dan perasaan sekomunitas. (Mac Iver dan Page).
Contohnya: 1). Komunitas yang sangat besar adalah Negara, persekutuan Negara-negara. 2). Komunitas yang besar, adalah kota, dan 3). Komunitas kecil adalah desa pertanian, rukun tetangga, dan sebagainya.
budaya sunda-jowo
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sastra Jawa
Sastra Jawa Kuno
Sastra Jawa Pertengahan
Sastra Jawa Baru
Sastra Jawa Modern
Sastra terkait
Sastra Jawa-Bali
Sastra Jawa-Lombok
Sastra Jawa-Madura
Sastra Jawa-Palembang
Sastra Jawa-Sunda
Sastra Jawa-Tionghoa
l • d • s
Sastra Jawa-Sunda adalah hasil karya sastra Sunda, baik yang berhubungan dengan Sunda maupun tidak, namun ditulis menggunakan bahasa Jawa oleh orang Sunda.
Daftar isi[sembunyikan]
1 Pengantar
2 Pengaruh budaya Jawa
3 Sastra Jawa-Sunda
3.1 Ciri khas sastra Jawa-Sunda
4 Daftar karya sastra Sunda-Jawa
4.1 Karya Sastra Sunda-Jawa yang agak kontroversial
5 Referensi
//
[sunting] Pengantar
Orang Sunda yang menghuni bagian barat pulau Jawa sudah secara dini mengenal aksara. Prasasti-prasasti dinasti Tarumanagara yang diketemukan, ditarikhkan berasal dari abad ke-5 Masehi. Prasasti-prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta. Lama-kelamaan kemudian orang-orang Sunda pun menuliskan karya sastra mereka menggunakan bahasa Sunda kuna.
[sunting] Pengaruh budaya Jawa
Antara bagian barat pulau Jawa, tempat tinggal suku Sunda dan bagian timur, tempat tinggal suku Jawa yang sejati, sejak jaman dahulu kala sudah terjadi hubungan secara intensif. Sebenarnya batas timur budaya Sunda pada abad ke-5 Masehi diperkirakan berada kurang lebih di garis antara daerah yang sekarang disebut Kendal dan Dieng dan sekarang terletak di provinsi Jawa Tengah. Namun berkat ekspansi sukubangsa Jawa menuju ke barat, perbatasan antara budaya Sunda dan budaya Jawa berada lebih ke barat yaitu di sekitar Indramayu, Cirebon sampai ke Cilacap. Kemudian ada pula enklaf-enklaf Jawa terutama di Banten dan beberapa desa di Karawang.
Pengaruh-pengaruh budaya Jawa juga sudah terlihat dalam karya-karya sastra Sunda Kuna. Ditemukan ada beberapa kata-kata serapan dari bahasa Jawa (Kuna) dan beberapa karya sastra Jawa Kuna banyak pula yang dipelajari dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Sunda Kuna. Bahkan naskah tertua sastra Jawa Kuna berasal dari daerah Sunda di Jawa Barat. Misalkan naskah kakawin Arjunawiwaha yang tertua dan sekaligus naskah lontar (atau sebenarnya nipah) tertua pula berasal dari daerah sekitar Bandung. Naskah ini sekarang disimpan di Perpustakaan Nasional RI dan bertarikhkan tahun 1334 Masehi. Selain Arjunawiwaha masih ada karya-karya sastra Jawa Kuna yang berasal dari daerah Sunda, seperti misalkan Kunjarakarna.
Namun pengaruh yang efeknya lebih terasa dan lestari terjadi pada abad ke-16 dengan penyebaran agama Islam di pulau Jawa serta ekspansi kerajaan Mataram II yang dipimpin oleh Sultan Agung. Sultan Agung ingin mempersatukan pulau Jawa dan sekitarnya dalam kerangka negara kesatuan Mataram. Meski hegemoni Mataram atas Jawa Barat berakhir pada tahun 1705, pengaruh budaya Jawa tidaklah berakhir, justru malah diperkuat dengan ditetapkannya bahasa Jawa sebagai bahasa resmi pemerintahan di Jawa Barat dan diputuskannya pemakaian sistem pembagian administratif Jawa. Pembagian administratif model Jawa ini adalah pembagian daerah kepada kabupaten-kabupaten yang berbeda-beda.
[sunting] Sastra Jawa-Sunda
Dengan diruntuhkannya Pajajaran, kerajaan Hindu-Sunda terakhir, oleh Banten pada tahun 1579, bermulalah sejarah baru untuk kesustraan Sunda. Mirip dengan situasi di Bali dan mungkin juga Madura setelah ditaklukkan oleh Majapahit, di Sunda orang-orang berhenti menulis karya sastra mereka menggunakan bahasa Sunda dan aksara Sunda kuna. Mereka mulai menulis dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Jawa dan aksara pegon. Bahasa Sunda kelak mulai dipergunakan lagi untuk menulis pada pertengahan abad ke-19 dengan pudarnya pengaruh Mataram dan menguatnya pengaruh pemerintahan Hindia-Belanda. Bahkan pemerintah kolonial justru yang menggalakkan pemakaian bahasa Sunda dalam medium tertulis. Pemerintah koloni kala itu ingin meneliti budaya Sunda secara lebih mendalam.
Sastra Jawa-Sunda bisa dibagi menjadi tiga berdasarkan daerah asal yaitu: Banten, Indramayu dan Cirebon, dan Priangan.
[sunting] Ciri khas sastra Jawa-Sunda
Bahasa Jawa yang dipergunakan untuk menuliskan karya sastra Jawa-Sunda secara umum biasanya adalah dialek bahasa Jawa khas Cirebon. Salah satu ciri khas dialek ini adalah tidak adanya perbedaan antara fonem retrofleks dan dental., mirip dengan bahasa Jawa yang dipergunakan dalam kesusastraan Jawa-Bali pula. Sehingga semua fonem /t./ atau /th/ dan /d./ atau /dh/ dilafazkan dan ditulis sebagai /t/ atau /d/ dental.
Kemudian dalam aksara Jawa yang dipergunakan oleh orang Sunda ada sedikit perbedaan ejaan. Aksara swara atau vokal /o/ yang biasanya ditulis dengan menggunakan dua tanda diakritik, taling dan tarung, oleh orang Sunda hanya ditulis dengan tarung saja. Sehingga sebenarnya yang ditulis bukan vokal /o/ namun /a:/ (a panjang). Oleh orang Sunda aksara Jawa-Sunda disebut Cacarakan.
Sastra Jawa biasa ditulis dalam bentuk syair atau tembang, yang ditulis dalam bentuk prosa atau gancaran lebih sedikit jumlahnya dan biasa tidak dianggap sastra. Dari bermacam-macam jenis metrum Jawa, yang dikenal di Sunda hanyalah Kinanti, Sinom, Asmarandana dan Dangdanggula.
oleh:m.wahyu.h
SUNSET
N SAPI SUNSETApa yang bisa kita nikmati dari hamparan pantai bernama Parangtritis? Ombak yang pecah ke pantai tanpa henti, gumuk-gumuk pasir yang membuat kita merasa seakan berada di gurun pasir Australia atau Afrika, dan panorama sunset yang mempesona.
Saya memotret Parangtritis bersama teman-teman peserta short course fotografi di ADVY (Akademi Desain dan Visi Yogyakarta), bulan April 2007. Jika foto-foto pada postingan ini kelihatan indah, itu bukan karena kepiawaian fotografernya, melainkan karena kameranya yang canggih …. eh, salah : bukan karena kecanggihan kameranya, tapi karena kepiawaian fotografernya ….. eh, salah lagi : bukan karena kameranya yang canggih dan fotografernya yang piawai, tapi karena … kebetulan saja cuaca mendukung ….
Acara hunting foto itu untuk mempraktekkan apa yang sudah kami peroleh di dalam kelas (meskipun setiap minggu sebenarnya sudah ada tugas membuat foto). Misalnya, jika memotret lansekap, sebaiknya horison diletakkan pada sepertiga bagian atas atau sepertiga bagian bawah bidang foto. Jika horison diletakkan di tengah bidang foto, estetika hasil foto kurang bagus. Pada foto di bawah ini, horison saya letakkan pada sepertiga bagian atas. Sayangnya, langit ‘terlalu bersih’, tidak ada mega sama sekali, sehingga tampak seperti layar panggung yang kosong.
Sebagaimana lukisan, foto juga bisa diberi tittle, untuk menjelaskan message yang ingin kita sampaikan.
“Menunggu Angin”
Untuk memotret moment khusus, ada kalanya kita harus jeli memprediksi ‘apa yang akan terjadi’. Saya melihat empat orang anak muda menggotong seorang teman mereka menuju ke bibir pantai sambil tertawa-tawa. Pastilah mereka akan melemparkan teman mereka itu ke air. Saya bersiap dengan kamera, menunggu moment yang pas dengan kamera terfokus, dan begitu ‘pelemparan’ itu terjadi … klik! Saya berhasil menangkap moment yang tidak akan terulang lagi itu.

“Mandi Paksa”
Angin yang kuat dan pantai yang cukup lebar membuat Parangtritis menjadi tempat ideal untuk lomba layang-layang. Beraneka layang-layang diterbangkan ke angkasa, menyajikan pemandangan yang unik dan atraktif. Pada foto ini, saya menempatkan horison pada sepertiga bidang foto bagian bawah. Langit tampak lebih hidup dengan adanya mega-mega tipis putih berarak. Layang-layang panjang yang selalu bergerak berkibar-kibar ini agak sulit untuk difoto. Layang-layang biru di sebelah kiri terekam kamera pada posisi meliuk-liuk yang bagus, tetapi layang-layang merah di sebelah kanan tidak begitu kelihatan bentuk aslinya yang indah.

Foto: Getty Images
LONDON - Keinginan Chelsea menjadikan Guus Hiddink sebagai suksesor Luiz Felipe Scolari semakin mendekati kenyataan. Klub asal London itu mengkonfirmasi bahwa mereka telah mendapat izin dari Badan Sepakbola Rusia (RFU) untuk mendekati Hiddink dan menawarinya posisi pelatih di Stamford Bridge.The Blues baru saja mengajukan permintaan resmi kepada Timnas Rusia untuk menawarkan kursi kepelatihan Chelsea kepada Hiddink. Hal itu dikonfirmasi oleh Chelsea melalui situs resmi mereka, Rabu (11/2/2009)."Chelsea bisa mengkonfirmasi bahwa kami telah menemui Badan Sepakbola Rusia dan meminta izin mereka untuk berbicara dengan Guus Hiddink serta menawarinya sebagai pelatih sementara hingga akhir musim sambil terus melatih Timnas Rusia," jelas pernyataan tersebut."Permintaan tersebut telah dikabulkan dan Chelsea ingin berterima kasih kepada RFU atas kerjasama mereka," tutupnya seperti dikutip Reuters.Pelatih asal Belanda itu sebenarnya sempat menyatakan penolakannya membesut John Terry dkk. Namun, belum lama ini, Hiddink berkata bahwa dirinya ingin membantu Chelsea di saat-saat genting seperti ini. Dipercaya, hubungan baik antara Hiddink dan pemilik The Blues, Roman Abramovich, menjadi faktor utama perkembangan situasi ini.
sosial
Kemiskinan, Modal Sosial, dan Kelembagaan
BAHWA mekanisme perekonomian dalam pasar akan melahirkan “si kalah” merupakan hal yang wajar. Yang ganjil adalah sikap tidak acuh terhadap nasib si kalah, baik oleh masyarakat maupun negara.
Itulah kira-kira yang sedang terjadi dalam berbagai temuan kasus kemiskinan belakangan ini. Banyak orang lapar di Jakarta, padahal pada saat bersamaan banyak orang berlebih sumber daya ekonomi. Busung lapar terjadi di berbagai provinsi meski otonomi daerah- yang seharusnya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat-telah dilaksanakan sekitar lima tahun.
Penjelasan mengenai hal itu, salah satunya, bisa diperoleh dari peraih Nobel Bidang Ekonomi tahun 1993, Douglas North. North menyusun teori yang disebut ilmu ekonomi kelembagaan.
Menurut dia, kinerja perekonomian hanya bisa bagus jika aspek kelembagaan berdinamika sesuai kebutuhan. Tanpa itu, mustahil kebijakan ekonomi- bahkan yang ideal secara teknis dan keilmuan-mampu menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk kemiskinan.
Surutnya modal sosial
Saya teringat pengalaman masa kecil ketika masih tinggal di sebuah desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ada seorang perempuan jompo di lingkungan tempat tinggal saya. Dia praktis tidak memiliki tanah, harta, dan keluarga.
Kemalangan lebih lanjut tidak menimpa nenek itu karena masyarakat bekerja sama membantunya. Masyarakat menyediakan tanah, membangun rumah, dan menanggung biaya hidup rutin nenek itu. Bukan kebetulan jika penyumbang terbesar adalah “pemenang” perekonomian, seorang grosir ubi jalar di tingkat kecamatan.
Francis Fukuyama dan beberapa ilmuwan sosial lainnya menamakan fenomena itu sebagai modal sosial. Fukuyama mendefinisikannya sebagai kemampuan yang timbul dari kepercayaan (trust) di dalam sebuah masyarakat. Masyarakat bisa mewujudkan hal-hal yang tidak bisa dilakukan sendirian, termasuk dalam kasus bantuan untuk nenek di kampung halaman saya itu.
Modal sosial telah berfungsi dengan baik sebagai jaring pengaman sosial bagi kaum miskin di Indonesia. Bantuan dalam level keluarga besar, komunitas, atau dalam relasi pertemanan telah menyelamatkan banyak kaum miskin. Saat terjadi krisis ekonomi 1997-1998, lonjakan kaum miskin tidak sebesar yang diduga. Sebabnya, banyak orang terkena imbas krisis diselamatkan relasi kekerabatan.
Namun, modal sosial dalam bentuk-bentuk itu sedang dan akan menyurut. Sebabnya, bentuk modal sosial itu memerlukan hubungan personal. Padahal, spesialisasi dan pembagian kerja (division of labor) cenderung mengarahkan hubungan antarorang menjadi bersifat impersonal. Ditambah lagi waktu dan ruang interaksi yang tersedia kian sempit. Hal ini terutama tampak jelas di kota-kota besar.
Akibatnya, warga kota besar yang berkecukupan secara ekonomi tidak terdorong membantu kaum miskin meski kemiskinan hadir begitu dekat, misalnya dalam bentuk rumah kumuh dan tunawisma. Kepedulian mungkin saja masih besar, tetapi relasi yang bersifat impersonal menyulitkan aktualisasi kepedulian itu.
Tentu saja modal sosial tidak menyurut sepenuhnya. Seperti yang diidentifikasi di Amerika Serikat (Skocpol, 1999), modal sosial di Indonesia juga mengalami transformasi. Modal sosial tidak lagi dominan di level komunitas atau keluarga besar, tetapi berubah dalam bentuk kelompok-kelompok profesional atau hobi, seperti kelompok motor gede, fotografi, dan kelompok pengajian.
Sayang, kelompok-kelompok seperti itu cenderung beranggotakan orang-orang dengan strata sosial homogen. Sulit sekali terjadi “pertemuan” antara kaum miskin dan kalangan ekonomi menengah ke atas. Bentuk modal sosial seperti ini, dengan demikian, kurang efektif untuk menjadi jaring pengaman sosial kemiskinan.
Tidak siapnya kelembagaan
Douglas North-dalam konsep ekonomi kelembagaan- menyebutkan tiga unsur kelembagaan. Pertama, aturan formal seperti undang-undang dan peraturan pemerintah.
Kedua, aturan nonformal seperti norma, nilai, dan kesepakatan. Ketiga, penegakan kedua aturan formal dan nonformal.
Praktis, saat ini, hanya aturan nonformal yang relatif memadai dalam kelembagaan pengentasan kemiskinan. Di masa lalu, penegakan aturan nonformal dalam bentuk modal sosial berjalan baik. Dalam beberapa kasus, hal itu mampu melindungi kaum miskin tanpa adanya aturan formal.
Aturan formal yang melindungi kaum miskin perlu disusun dan diimplementasikan untuk kepentingan saat ini dan di masa datang. Spesialisasi dan pembagian kerja dalam perekonomian, mau tidak mau, membuat aturan nonformal kurang berfungsi.
Gagasan pengentasan kemiskinan, misalnya, begitu kuat terlihat dalam wacana publik. Bagaimanapun, hanya pemerintah yang mampu menyelesaikan masalah kemiskinan secara komprehensif dengan berbagai bentuk kebijakan publik.
Sejauh ini pemerintah belum mendorong dinamika kelembagaan sesuai kebutuhan. Liberalisasi ekonomi dijalankan, tetapi pemerintah tidak menyediakan semacam social security act bagi “si kalah”, terutama kaum miskin.
Otonomi daerah-tanpa penataan kelembagaan yang tepat-juga bisa mengaburkan pembagian kewajiban pelayanan publik bagi kaum miskin antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dengan demikian, sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait isu kelembagaan dan kemiskinan selayaknya tidak sebatas hanya menghidupkan kembali beberapa lembaga yang bermanfaat di masa lalu. Pemerintah harus menata kembali dinamika kelembagaan secara menyeluruh, sesuai perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Perlu diperhatikan juga aspek tahapan waktu yang jelas dalam penataan kelembagaan, mencakup jangka pendek, menengah, dan panjang.
Jika tidak, sekali lagi, kebijakan ekonomi yang dianggap ideal dan hebat di atas kertas sekalipun tidak akan menyejahterakan publik, terutama kaum miskin. Itulah yang telah terjadi selama ini.Oleh Tata MustasyaTata Mustasya Peneliti Ekonomi The Indonesian Institute
Possibly related posts: (automatically generated)
JAMES NAISMITH, PENEMU OLAHRAGA BASKET

Pada tahun 1891, bersama seorang guru fisika bernama Luther Halsey Gulick, dia memperkenalkan bola basket sebagai olahraga di dalam ruangan. Naismith mengembangkan bola basket sebagai kegiatan bagi siswanya sebelum menghadapi musim dingin yang keras. Saat itu, dia menjabat sebagai direktur pendidikan fisika di Young Men's Christian Association (YMCA) di Denver (1895-1898) dan di universitas Kansas (1898-1937).
Pada tahun 1959, sebuah institusi yang bernama Naismith Memorial Hall of Fame didirikan untuk menghormatinya di Springfield.
vivanews

Edwan Ruriansyah, Zika Zakiya
Edwin van der Sar (flickr)
VIVAnews - Tak kebobolan dalam 13 pertandingan membuktikan satu lagi keunggulan Manchester United. Tim berjuluk Setan Merah itu selain tajam dalam serangan, ternyata juga maut dalam bertahan. Bayangkan saja. Dalam 24 pertandingan, The Red Devils bak punya tembok tebal karena hanya kebobolan 10 kali. Sebaliknya, sudah 41 kali Setan-setan Merah ini menjebol jala lawan.Edwin van der Sar sebagai pemain terakhir di bawah mistar merasa wajar bila tim lawan takut pada pertahanan Setan Merah. Hal ini ia anggap sebagai kemenangan psikologis yang nantinya berdampak positif untuk The Red Devils."Itu yang kami inginkan. Ditakuti dalam posisi ini," ujar Van der Sar seperti dilansir The Sun, Selasa 10 Februari 2009."Tiap kali kami mencetak keunggulan 1-0, saya berpikir 'ini dia, kami mulai lagi," tambah pria asal Belanda itu.Van der Sar bersama para pemain bertahan Setan Merah layak diacungi jempol. Pasalnya, dalam 1.212 menit tak sekalipun mereka kebobolan. Rekor ini sudah melampui catatan manis milik kiper Aberdeen, Bobby Clark, yang tak kebobolan dalam 1.115 menit. Rekor itu terukir 38 tahun lalu.Bila dalam pertandingan melawan Fulham, Rabu pekan depan, MU juga tak kebobolan, maka Van der Sar akan menyamai rekor dunia milik Abel Resino. Kiper yang kini membesut Atletico Madrid itu tak kebobolan dalam 1.275 menit pada 1991.Rekor manis ini akan jadi nilai lebih buat MU yang tengah memperlebar jarak dengan peringkat 2 klasemen, Liverpool. Pasalnya, meski memiliki kelebihan satu partai, beda poin mereka hanya dua. Satu-satunya penyelamat adalah agregat gol.Usntuk soal ini, MU juga masih unggul dengan 41-10 berbanding The Reds 42-17. Tapi, jelas terlihat bahwa barisan depan Setan Merah sulit mencetak kemenangan di atas satu gol. Kemenangan 1-0 atas West Ham, 8 Februari 2009, lalu menjadi kemenangan tipis ke-12 MU musim ini. United harus memperhatikan The Reds yang lebih produktif dan berniat mencuri gelar.
• VIVAnews
Ancelotti ke Chelsea, Rijkaard ke Milan
Edwan Ruriansyah
Carlo Ancelotti (static)
VIVAnews - Spekulasi banyak berhembus seusai pemecatan Luiz Felipe Scolari dari Chelsea. Carlo Ancelotti dan Frank Rijkaard jadi dua nama yang masuk bursa. Menurut The Sun, Chelsea kini sedang mendekati Ancelotti. Pelatih AC Milan itu dianggap menjadi salah satu figur cocok mengemban jabatan baru di Stamford Bridge. Tabloid Inggris itu juga telah mendengar kabar bahwa kursi Ancelotti di San Siro akan digusur akhir musim ini. Dan pengganti Carletto telah disiapkan yakni Frank Rijkaard yang sedang menganggur. Scolari dipecat dari kursi panas Stamford Bridge itu, tadi malam, setelah hasil imbang 0-0 dengan Hull City. Akibatnya, The Blues kini harus tergusur ke posisi 4 Premier League.Beberapa nama juga masuk bursa calon pengganti Big Phil seperti Guus Hiddink, Roberto Mancini, Gianfranco Zola dan Avram Grant. Tapi, kabarnya pemilik Chelsea, Roman Abramovich, lebih menginginkan Ancelotti.Carletto sempat ditawari jabatan itu sebelum Roman menunjuk Scolari, awal musim ini. Posisi pria berusia 49 tahun itu di Milan musim ini juga belum aman.Rossoneri masih berjuang mengejar Scudetto. Peluang Milan makin mengecil setelah kembali tergusur oleh Juventus dari posisi 2 Serie A. Tapi, nasib Ancelotti tampaknya baru diputuskan akhir musim ini. Sementara itu, Rijkaard banyak ditaksir klub sejak diberhentikan Barcelona akhir musim lalu. Bukan rahasia lagi jika Chelsea menjadi pengagum berat pria Belanda itu. Mantan pemain Milan itu sempat menolak tawaran Atletico Madrid usai memecat Javier Aguirre, pekan lalu. Rijkaard memang berikrar takkan melatih tim lain di Liga Spanyol. Untuk sementara, Chelsea kini ditangani Asisten Manajer, Ray Wilkins, sebagai caretaker.
• VIVAnews
Tujuh Kandidat Suksesor Scolari
Edwan Ruriansyah
Guus Hiddink (img.elblogsalmon)
VIVAnews - Luiz Felipe Scolari telah tergusur dari jabatan manajer Chelsea. Tujuh nama kini jadi kandidat kuat suksesor Big Phil.Siapa saja mereka? The Irish Times melansir beberapa nama yang pantas mengemban posisi di Stamford Bridge itu, beserta peluang mereka. 1. Guus Hiddink, peluang: 7/4
Pria Belanda ini sekarang masih menjadi pelatih Timnas Rusia. Hiddink menduduki daftar teratas calon manajer baru Chelsea sebelum Roman Abramovich menunjuk Scolari, musim panas lalu. Pria berusia 62 tahun ini dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Terakhir, Hiddink membawa Rusia ke semifinal Euro 2008. Sebelumnya, Hiddink juga sukses mengorbitkan Belanda ke semifinal Piala Dunia 1998 dan Korea Selatan ke semifinal Piala Dunia 2002. Di level klub, meneer Hiddink membawa PSV Eindhoven meraih tiga trofi Liga Belanda (Eredivisie) dan semifinal Liga Champions 2004-05. Kedekatan Hiddink dengan Abramovich bisa menggiringnya ke Stamford Bridge. 2. Gianfranco Zola: 5/1Zola menjadi legenda selama bermain di Chelsea. Italiano yang kini berusia 42 tahun ini sangat populer buat publik Stamford Bridge. Meski kurang pengalaman, Zola mulai membangun reputasinya saat menerima jabatan Manajer West Ham United awal musim ini. Zola makin tenang didampingi mantan asisten Chelsea, Steve Clarke.3. Jose Mourinho: 8/1
Manajer tersukses Chelsea dengan dua trofi Premier League ini bukan hanya jadi incaran Abramovich. Tapi, juga klub-klub besar dunia lainnya. Dipecat Abramovich awal musim lalu, pria Portugal berusia 46 tahun ini beberapa kali bilang ingin kembali menjadi manajer di Inggris. Sayangnya, hubungan kurang harmonis dengan Roman bisa jadi penghambatnya. Apalagi, Mourinho masih terikat kontrak dengan Inter Milan. Inter kini juga masih kokoh di puncak klasemen Serie A. 4. Roberto Mancini: 6/1
Italiano berusia 44 tahun ini dipecat Inter Milan, akhir musim lalu. Padahal, Mancini membawa Inter meraih hattrick juara Serie A alias scudetto. Mancio masih jadi figur pelatih level tinggi dengan suksesnya itu. Apalagi, ia punya sejarah di Inggris kala bermain buat Leicester, awal dekade ini. 5. Frank Rijkaard: 9/2
Mantan pelatih Barcelona ini kini menganggur setelah meninggalkan klub Catalan itu, akhir musim lalu. Selama lima tahun di Camp Nou, meneer berusia 46 tahun ini meraih dua trofi La Liga dan satu Liga Champions. Kemenangan Barca atas Arsenal 2-1 di final Liga Champions 2005-06 menjadi kredit terbesar Rijkaard.6. Roberto Di Matteo: 20/1
Pemain favorit lain fans Chelsea ini masih sangat diingat publik Stamford Bridge. Di Matteo mencatat gol tercepat di final Piala FA 1997, saat Chelsea menaklukkan Middlesbrough 2-0.Italiano 38 tahun ini, kini menjadi manajer klub League One, MK Dons, sejak musim panas lalu. MK Dons tampil apik dan berpeluang promosi karena maish berada di posisi 2 klasemen sementara. 7. Avram Grant: 8/1
Pria Israel ini digantikan oleh Scolari, musim panas lalu. Grant sebenarnya mampu membawa Chelsea ke final pertama Liga Champions musim lalu. Sayangnya, saat itu Chelsea kalah adu penalti dari Manchester United. Pendiam dan gaya bicara pelan pria berusia 53 tahun ini membuatnya kurang populer. Apalagi, fans Chelsea sangat belum bisa menerimanya karena menggantikan posisi Mourinho.
• VIVAnews
1.Standart kehidupan yang masih rendah
2.tingkat pendapatan yang masih rendah
3.produktifitas yang masih rendah
4.Angka beban ketergantungan tinggi
5.angka pertumbuhan penduduk tinggi
6.besarnya angka pengangguran
7.ketergantungan pada sektor pertanian dan skspor produk primer
8.Tidak sempurnanya pasar dan ketersediaan informasi.
1.Benua Afrika
2.Benua Asia (kecuali Jepang dan Singapura)
3.Benua Amerika bagian tengah dan Amerika Selatan
MASALAH ANAK JALANAN
BY DEWI NS.
Cara shalat malam&witir
By:abd.zaelani 9d
Tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah. Secara bahasa berarti jalsah (duduk). Kemudian perbuatan duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai shalat malam 4 rakaat disebut tarwihah; karena dengan duduk itu orang-orang bisa beristirahat setelah lama melaksanakan qiyam Ramadhan.
Menegakkan Shalat malam atau tahajud atau tarawih dan shalat witir di bulan Ramadhan merupakan amalan yang sunnah. Bahkan orang yang menegakkan malam Ramadhan dilandasi dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.
Sebagaimana dalam hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ قاَمَ رَمَضَانَ إِيـْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »
“Siapapun yang menegakkan bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim 1266)
Pada asalnya shalat sunnah malam hari dan siang hari adalah satu kali salam setiap dua rakaat. Berdasarkan keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah shalat malam itu?” Beliau menjawab:
« مَثْنىَ مَثْنىَ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »
“Dua rakaat - dua rakaat. Apabila kamu khawatir mendapati subuh, maka hendaklah kamu shalat witir satu rakaat.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu yang lain dikatakan:
« صَلاَةُ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ رَكْعَتَانِ رَكْعَتَانِ »
“Shalat malam hari dan siang hari itu dua rakaat – dua rakaat.” (HR Ibn Abi Syaibah) (At-Tamhiid, 5/251; Al-Hawadits, 140-143; Fathul Bari’ 4/250; Al-Muntaqo 4/49-51)
Maka jika ada dalil lain yang shahih yang menerangkan berbeda dengan tata cara yang asal (dasar) tersebut, maka kita mengikuti dalil yang shahih tersebut. Adapun jumlah rakaat shalat malam atau shalat tahajud atau shalat tarawih dan witir yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah lebih dari 11 atau 13 rakaat.
Shalat tarawih dianjurkan untuk dilakukan berjamaah di masjid karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melakukan hal yang sama walaupun hanya beberapa hari saja. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Nu’man bin Basyir rahimahullah, ia berkata:
“Kami melaksanakan qiyamul lail bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam 23 Ramadhan sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan sampai separuh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur.” (HR. Nasa’i, Ahmad, Al-Hakim, Shahih)
Beserta sebuah Hadits dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dia berkata:
Kami puasa tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memimpin kami untuk melakukan shalat (tarawih) hingga Ramadhan tinggal tujuh hari lagi, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami shalat sampai lewat sepertiga malam. Kemudian beliau tidak keluar lagi pada malam ke enam (tinggal 6 hari lagi - pent). Dan pada malam ke lima (tinggal 5 hari - pent) beliau memimpin shalat lagi sampai lewat separuh malam. Lalu kami berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Seandainya engkau menambah lagi untuk kami sisa malam kita ini?’, maka beliau bersabda:
« مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتىَّ يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ »
“Barang siapa shalat tarawih bersama imam sampai selesai maka ditulis baginya shalat malam semalam suntuk.”
Kemudian beliau tidak memimpin shalat lagi hingga Ramadhan tinggal tiga hari. Maka beliau memimpin kami shalat pada malam ketiga. Beliau mengajak keluarga dan istrinya. Beliau mengimami sampai kami khawatir tidak mendapatkan falah. Saya (perowi) bertanya ‘apa itu falah?’ Dia (Abu Dzar) berkata ’sahur’. (HR. Nasa’i, Tirmidzi, Ibn Majah, Abu Daud, Ahmad, Shahih)
Hadits itu secara gamblang dan tegas menjelaskan bahwa shalat berjamaah bersama imam dari awal sampai selesai itu sama dengan shalat sendirian semalam suntuk. Hadits tersebut juga sebagai dalil dianjurkannya shalat malam dengan berjamaah.
Bahkan diajurkan pula terhadap kaum perempuan untuk shalat tarawih secara berjamaah, hal ini sebagaimana yang diperintahkan oleh khalifah Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu yaitu beliau memilih Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi imam untuk kaum lelaki dan memilih Sulaiman bin Abu Hatsmah radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi imam bagi kaum wanita.
Tata Cara Shalat Malam
Perlu kita ketahui bahwa tata cara shalat malam atau tarawih dan shalat witir yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ada beberapa macam. Dan tata cara tersebut sudah tercatat dalam buku-buku fikih dan hadits. Tata cara yang beragam tersebut semuanya pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum. Semua tata cara tersebut adalah hukumnya sunnah.
Maka sebagai perwujudan mencontoh dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka hendaklah kita terkadang melakukan cara ini dan terkadang melakukan cara itu, sehingga semua sunnah akan dihidupkan. Kalau kita hanya memilih salah satu saja berarti kita mengamalkan satu sunnah dan mematikan sunnah yang lainnya. Kita juga tidak perlu membuat-buat tata cara baru yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau mengikuti tata cara yang tidak ada dalilnya.
Shalat tarawih sebanyak 13 rakaat dengan perincian sebagai berikut:
Beliau membuka shalatnya dengan shalat 2 rakaat yang ringan.
Kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang panjang.
Kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan tiap rakaat yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya hingga rakaat ke-12.
Kemudian shalat witir 1 rakaat.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Kholid al-Juhani, beliau berkata: “Sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam, maka beliau memulai dengan shalat 2 rakaat yang ringan, Kemudian beliau shalat 2 rakaat dengan bacaan yang panjang sekali, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat witir 1 rakaat.” (HR. Muslim)
Faedah, Hadits ini menjadi dalil bolehnya shalat iftitah 2 rakaat sebelum shalat tarawih.
Shalat tarawih sebanyak 13 rakaat dengan perincian sebagai berikut:
Melakukan shalat 8 rakaat dengan sekali salam setiap 2 rakaat.
Kemudian melakukan shalat witir langsung 5 rakaat sekali salam.
Hal ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan tidur malam, maka apabila beliau bangun dari tidur langsung bersiwak kemudian berwudhu. Setelah itu beliau shalat delapan rakaat dengan bersalam setiap 2 rakaat kemudian beliau melakukan shalat witir lima rakaat yang tidak melakukan salam kecuali pada rakaat yang kelima.”
Shalat tarawih sebanyak 11 rakaat dengan perincian sebagai berikut:
Melakukan shalat 10 rakaat dengan sekali salam setiap 2 rakaat.
Kemudian melakukan shalat witir 1 rakaat.
Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah, beliau berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يُصَلىِّ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَ هِيَ الَّتِي يَدْعُوْ النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلىَ الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلَّمُ بَيْنَ كُلّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam atau tarawih setelah shalat Isya’ – Manusia menyebutnya shalat Atamah – hingga fajar sebanyak 11 rakaat. Beliau melakukan salam setiap dua rakaat dan beliau berwitir satu rakaat.” (HR. Muslim)
Shalat tarawih sebanyak 11 rakaat dengan perincian sebagai berikut:
Melakukan shalat 8 rakaat dengan sekali salam setiap 4 rakaat.
Kemudian shalat witir langsung 3 rakaat dengan sekali salam.
Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata:
مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَ لاَ فِي غَيْرِهِ إِحْدَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلَـهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 Rakaat. Beliau shalat 4 rakaat sekali salam maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat 4 rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir 3 rakaat.” (HR Muslim)
Tambahan: Tidak ada duduk tahiyat awal pada shalat tarawih maupun shalat witir pada tata cara poin ini, karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Bahkan ada larangan menyerupai shalat maghrib.
Shalat tarawih sebanyak 11 rakaat dengan perincian sebagai berikut:
Melakukan shalat langsung sembilan rakaat yaitu shalat langsung 8 rakaat, tidak duduk kecuali pada rakaat yang kedelapan tanpa salam kemudian berdiri 1 rakaat lagi kemudian salam.
Kemudian shalat 2 rakaat dalam keadaan duduk.
Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah, beliau berkata:
كُناَّ نُعِدُّ لَهُ سِوَاكَهُ وَ طَهُوْرَهُ، فَيَـبْعَثُهُ اللهُ مَا شَاءَ أَنْ يَـبْعَثَهُ مِنَ الَّيْلِ، فَيَتَسَوَّكُ وَ يَتَوَضَأُ وَ يُصَلِى تِسْعَ رَكْعَةٍ لاَ يَـجْلِسُ فِيْهَا إِلاَّ فِي الثَّامِنَةِ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ، ثُمَّ يَنْهَضُ وَ لاَ يُسَلِّمُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّى التَّاسِعَةَ، ثُمَّ يَقْعُدُ فَيَذْكُرُ اللهَ وَ يَحْمَدُهُ وَ يَدْعُوْهُ ثُمَّ يُسَلِّمُ تَسْلِيْمًا يُسْمِعْناَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ مَا يُسَلِمُ وَ هُوَ قَاعِدٌ (رواه مسلم)
“Kami dahulu biasa menyiapkan siwak dan air wudhu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas kehendak Allah beliau selalu bangun malam hari, lantas tatkala beliau bangun tidur langsung bersiwak kemudian berwudhu. Kemudian beliau melakukan shalat malam atau tarawih 9 rakaat yang beliau tidak duduk kecuali pada rakaat yang kedelapan lantas membaca pujian kepada Allah dan shalawat dan berdoa dan tidak salam, kemudian bangkit berdiri untuk rakaat yang kesembilan kemudian duduk tahiyat akhir dengan membaca dzikir, pujian kepada Allah, shalawat dan berdoa terus salam dengan suara yang didengar oleh kami. Kemudian beliau melakukan shalat lagi 2 rakaat dalam keadaan duduk.” (HR. Muslim 1233 marfu’, mutawatir)
Faedah, Hadits ini merupakan dalil atas:
Bolehnya shalat lagi setelah shalat witir.
Terkadang Nabi shalat witir terlebih dahulu baru melaksanakan shalat genap.
Bolehnya berdoa ketika duduk tasyahud awal.
Bolehnya shalat malam dengan duduk meski tanpa uzur.
Shalat tarawih sebanyak 9 rakaat dengan perincian sebagai berikut:
Melakukan shalat dua rakaat dengan bacaan yang panjang baik dalam berdiri, ruku’ maupun sujud kemudian berbaring.
Setelah bangun kemudian shalat 2 rakaat lagi dengan bacaan yang panjang baik ketika berdiri, ruku’ maupun sujud kemudian berbaring.
Setelah bangun kemudian shalat 2 rakaat lagi dengan bacaan yang panjang baik ketika berdiri, ruku’ maupun sujud kemudian berbaring.
Setelah bangun shalat witir 3 rakaat.
Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
…ثُمَّ قَامَ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَأَطَالَ فِيْهْمَا الْقِيَامَ وَ الرُّكُوْعَ وَ السُّجُوْدَ ثُمَّ انْصَرَفَ فَنَامَ حَتَّى نَفَغَ ثُمَّ فَعَلَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ سِتُّ رَكَعَاتٍ كُلُّ ذَلِكَ يَشْتاَكُ وَ يَتَوَضَأُ وَ يَقْرَأُ هَؤُلاَءِ الآيَاتِ ثُمَّ أَوْتَرَ بِثَلاَثٍ
“…Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri melakukan shalat 2 rakaat maka beliau memanjangkan berdiri, rukuk dan sujudnya dalam 2 rakaat tersebut, kemudian setelah selesai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbaring sampai mendengkur. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi hal tersebut sampai 3 kali sehingga semuanya berjumlah 6 rakaat. Dan setiap kali hendak melakukan shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak kemudian berwudhu terus membaca ayat (Inna fii kholqis samawati wal ardhi wakhtilafil laili… sampai akhir surat) kemudian berwitir 3 rakaat.” (HR. Muslim)

Pukul 18.30 Wita pun tiba, waktu yang sudah dijadwalkan untuk pendakian ke desa Wanagiri melalui hutan Ambengan (alas Ambengan). Semua anggota yang ikut di antar dengan bantuan mobil ambulance sampai desa Ambengan, tempat kami akan melakukan pendakian pertama. Perjalan pun dimulai, pendakian yang ditempuh sekitar 5 jam tersebut kami lalui dengan lancar, walaupun ada berbagai masalah namun semua anggota dapat melaluinya. Sebetulnya pengenalan medan ini juga mempunyai arti yaitu menguji fisik, dan menjadi tim work yang solid. Perjalanan pun kami lalui dengan gembira, hingga malam yang begitu dingin menyelimuti badan tidak kami rasakan. Walaupun melewati hutan belantara menuju puncak bukit Wanagiri.
Pukul 23.30 WITA akhirnya kami sampai di SD N 2 Wanagiri tempat kami akan menginap. Di sana, calon pengurus inti dikumpulkan kembali untuk menentukan posisi jabatan yang akan di duduki nantinya yang difasilitasi oleh Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Buleleng. Setelah kami berunding akhirnya terdapat 11 orang yang menduduki jabatan di pengurus Inti PMR Wira Satuan Inti Cabang Kabupaten Buleleng periode 2009/2010. yaitu sebagai berikut :
Ketua : I Putu Yudhi Aritama
Wakil Ketua : Ni Luh Nariasih
Sekretaris 1 : Made Widiari
Sekretaris 2 : Putu Asti Wulandari
Bendahara : Putu Melda Utami
Sie. Humas :
1. Putu Sujana
2. putu ogik Astiti
3. Nuriasih
4. Putu Yodi
5. Ide Prema
6. I Gede Wiyarta
Pengurus yang terpilih akan mengkordinir PMR Wira Satuan Inti selama 1 Tahun. Sebelum tidur makan malam pun tidak kami lewatkan, makan malam bersama membuat suasana yang dingin terasa lebih hangat karena suasana kekeluargaan selalu ada.
Tanggal 1 Februari 2009 Pukul 05.00 pagi pun berdentang kami harus mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan pulang dan juga acara penghijauan di areal Desa Wanagiri, kebersihan selalu kami jaga dengan mengadakan pembersihan diareal sekolah. Untuk anggota PMR Wira Satuan Inti, kami harus mempersiapkan diri untuk mengikuti upacara pelantikan pengurus PMR Wira Satuan Inti yang baru. Upacara pun berjalan dengan lancar walau dinginnya udara pagi di desa wanagiri menusuk tubuh, sebagai Pembina upacara pelantikan yaitu Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Buleleng (Made Pasek Yasa, S.Sos).
Setelah melakukan penghijauan di sekitar areal Desa Wanagiri, pukul 10.00 pagi kami siap berangkat turun bukit Desa Wanagiri melalui rute bendungan Tiying Tali. Pukul 03.00 sore akhirnya kami sampai di markas PMI Cabang Kabupaten Buleleng, walaupun peluh membasahi seluruh tubuh kami, tetapi kami tetap gembira dalam suasana yang hangat. Apalagi bagi PMR Wira Satuan Inti angkatan XXV ini merupakan pengalaman pertama mengikuti kegiatan pengenalan medan dan tentu saja ini akan menjadi pengalaman yang indah yang harus dipelajari sebagai relawan masa depan PMI.
SOSIAL BUDAYA
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.
BY:TANIYAH
sport
Foto: Reuters
SEPANG - Rider Yamaha Tech 3 Colin Edwards bangga dengan tunggangan terbarunya YZR-M1. Tenaga yang dimiliki YZR-M1 menurutnya sangat eksplosif. Sebelas-duabelas dengan motor 990cc.Kegarangan YZR-M1 membuat rider asal Texas ini tidak mengalami kesulitan saat menjalani tes perdana MotoGP di Sepang. Edwards bisa menyelesaikan ujicoba di urutan keempat tanpa kesulitan berarti.Edwards berterimakasih kepada timnya, yang dianggap sudah berhasil memaksimalkan tenaga motor. Tambah tenaga diibaratkan Edwards seperti menunggangi motor berkapasitas mesin 990cc."Yamaha tahu betul bagaimana cara membuat motor menjadi lebih baik. Khususnya dengan Bridgestone, karena Valentino memakainya tahun lalu, yang terbukti menjadi faktor kunci," papar Edwards dilansir Crash, Selasa (10/2/2009 by:dino R
Sabtu, 07 Februari 2009

Bagimana cara agar kita dapat memiliki daya ingat yang kuat?
soalnya saya sering lupa apa yang dibicarakan setelah berbicara dengan seseorang. Atau lupa lupa pada apa yang baru saja saya baca/lihat. Apalagi jika ada masalah lain yang muncul
Tips agar ingatan tetap kuat
Banyaknya pikiran dan bertambahnya bobot pekerjaan membuat kita seringkali lupa akan hal-hal kecil dan sukar mengingat. Namun jangan khawatir, ingatan kuat bisa Anda dapatkan. Ini tipsnya!
1. Latih memori atau ingatan Anda dengan kegiatan yang mampu meningkatkan daya ingat. Misalnya dengan mengisi teka-teki silang, sudoku dan lain-lain. Permainan tersebut akan melatih daya ingat Anda sehingga kualitasnya tidak menurun.
2. Masukanlah perasaan ke dalam ingatan Anda. Sesuatu yang diingat dengan perasaan akan sukar untuk dilupakan.
3. Mulailah gaya hidup sehat. Perbanyak makanan yang banyak mengandung riboflavin, thiamine, dan vitamin B yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk mengingat.
4. Latih terus ingatan Anda.
5 Temukan ketenteraman jiwa dalam Shalat dan Sabar
6. Memperbaiki pola makan 7. Berolah raga
8. Jauhi diri dari kemurungan
9. Hati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan, karena obat itu racun bagi tubuh.
10. Belajarlah sesuatu yang baru, seperti belajar Lagu Bugis Makassar (he he he)
11. Aktifkan otak dengan permainan
12. Banyak membaca
13. Katakan berulang kali
14. Fokus
15. Bermain dengan angka
16. Membaca Al Qur'an
By:M.Rizal s.p 9D............